LeonaldoGunawan SMP Bodhisattva
Senin, 13 Februari 2017
Berita Hari Ini
Senin, 16 Januari 2017
Selasa, 29 November 2016
Hollywood
Hollywood
Hollywood Sign berlokasi di Los Angeles Metropolitan Area
Berlokasi di kawasan metropolis Los Angeles
Informasi umum
Lokasi Hollywood, Los Angeles, California
Negara Amerika Serikat
Koordinat 34°8′2,77″LU 118°19′18,1″BT / 34,13333°LU 118,31667°BB
Mulai dibangun 1923
Selesai 1923
Direnovasi Oktober 1978
Klien Woodruff and Shoults (Hollywoodland)
Informasi teknis
Sistem struktur Kayu dan lempeng logam (1923–1978)
Baja (1978–sekarang)
Ukuran Tinggi 45 ft (13.7 m)
Lebar 350 ft (106.7 m)
Desain dan konstruksi
Arsitek Thomas Fisk Goff
Hollywood Sign (sebelumnya bertuliskan "Hollywoodland") adalah markah tanah dan salah satu ikon kultural terkenal Amerika Serikat yang berlokasi di Los Angeles, California. Hollywood Sign berdiri di Mount Lee di kawasan Hollywood Hills Pegunungan Santa Monica. Markah tersebut berdiri menghadap ke arah distrik Hollywood. Tulisan "HOLLYWOOD" dieja pada huruf kapital berwarna putih dengan tinggi 45-foot (14 m)[1] dan lebar 350-foot (110 m). Merkah tersebut pada awalnya dibuat sebagai media promosi untuk perumahan lokal yang dikembangkan pada tahun 1923, namun mendapatkan perhatian yang terus meningkat dari orang-orang setelah tidak dipakai lagi.[2] Markah tersebut telah berkali-kali menjadi target kelakar dan vandalisme tetapi telah diberikan perbaikan, termasuk pemasangan sistem pengaman untuk mencegah vandalisme. Markah tersebut saat ini dilindungi dan diurus oleh organisasi nirlaba Hollywood Sign Trust.
Dilihat dari bawah, kontur bukit Hollywood Sign akan memberikan penampilan "bergelombang" pada markah tersebut. Namun ketika dilihat dari ketinggian yang berkisar sama, seperti pada foto di sebelah kanan, huruf-huruf tersebut akan nampak lurus dan sejajar.
Markah tersebut seringkali muncul dalam budaya populer, terutama dalam film dan serial televisi yang berlatarkan di Hollywood atau sekitarnya. Markah serupa dengan ejaan kata yang lain juga sering dibuat sebagai parodi.
Sejarah
Awal mula
Markah tersebut pertama kali didirikan pada tahun 1923 dan awalnya bertuliskan "HOLLYWOODLAND". Tujuannya adalah untuk mengiklankan perumahan baru yang sedang dikembangkan di kawasan bukit di atas distrik Hollywood, Los Angeles. H.J. Whitley pernah menggunakan markah serupa untuk mengiklankan pengembangan Whitley Heights miliknya yang berlokasi di antara Highland Avenue dan Vine Avenue. Dia menyarankan kepada temannya, Harry Chandler, pemilik koran Los Angeles Times, bahwa sindikat tanah yang ia terlibat di dalamnya membuat markah serupa untuk mempromosikan tanah mereka.[3] Pengembang real estate Woodruff and Shoults menyebut proyek mereka "Hollywoodland" dan mempromosikannya sebagai "lingkngan megah tanpa biaya berlebih di bukit sisi Hollywood".[4]
Mereka mengontrak Crescent Sign Company untuk mendirikan tigabelas huruf di sisi bukit, yang masing-masing menghadap ke selatan. Pemilik perusahaan, Thomas Fisk Goff (1890–1984), mendesain markah tersebut. Setiap huruf berukuran lebar 30 feet (9.1 m) dan tinggi 50 feet (15 m), dan seluruhnya dilengkapi dengan 4.000 bola lampu. Markah tersebut dirancang menyala bergilirian; "HOLLY," "WOOD," dan "LAND" akan bersinar bergantian sebelum seluruhnya menyala bersama. Di bawah markah Hollywoodland dipasangi lampu sorot untuk menarik perhatian lebih. Proyek markah ini memakan biaya sekitar $21.000 (sekitar $250.000 pada kurs tahun 2011).[5]
Markah tersebut resmi selesai pada 13 Juli 1923, dan direncanakan untuk bertahan hanya selama satu setengah tahun.[6] Tetapi pasca kenaikan sinema Amerika di Los Angeles saat Era Emas Hollywood, markah tersebut menjadi simbol yang dikenal secara internasional, dan sesudahnya dibiarkan berdiri disana.
IR SOEKARNO
Soekarno
Presiden Indonesia pertama
Untuk film tentang tokoh ini pada tahun 2013, lihat Soekarno (film).
Dr.(H.C.) Ir. H.
Soekarno
Presiden Indonesia ke-1
Masa jabatan
18 Agustus 1945 – 12 Maret 1967 (21 tahun)
Perdana Menteri
Daftar
Sutan Syahrir
Amir Sjarifoeddin
Mohammad Hatta
Mohammad Natsir
Soekiman W
Wilopo
Ali Sastroamidjojo
Burhanuddin Harahap
Djoeanda Kartawidjaja
Soekarno
Soeharto
Wakil Presiden Mohammad Hatta (1945–1956)
Didahului oleh Tidak ada, jabatan baru
Digantikan oleh Soeharto
Perdana Menteri Indonesia ke-11
Masa jabatan
9 Juli 1959 – 25 Juli 1966 (7 tahun)
Didahului oleh Djuanda Kartawidjaja
Digantikan oleh Soeharto
(Ketua Presidium Kabinet)
Informasi pribadi
Lahir Kusno Sosrodihardjo
6 Juni 1901
Bendera Belanda Surabaya, Jawa Timur, Hindia Belanda
Meninggal 21 Juni 1970 (umur 69)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Indonesian National Party logo.gif Partai Nasional Indonesia
Suami/istri Oetari (1921–1923)
Inggit Garnasih (1923–1943)
Fatmawati (1943–1956)
Hartini (1952–1970)
Kartini Manoppo (1959–1968)
Ratna Sari Dewi (1962–1970)
Haryati (1963–1966)
Yurike Sanger (1964–1968)
Heldy Djafar (1966–1969)
Anak
Dari Inggit
Ratna Juami (anak angkat)
Kartika (anak angkat)
Dari Fatmawati
Guntur Soekarnoputra
Megawati Soekarnoputri
Rachmawati Soekarnoputri
Sukmawati Soekarnoputri
Guruh Soekarnoputra
Dari Hartini
Taufan Soekarnoputra
Bayu Soekarnoputra
Dari Ratna
Karina Kartika Sari Dewi Soekarno
Dari Haryati
Ayu Gembirowati
Dari Kartini Manoppo
Totok Suryawan Soekarnoputra
Profesi Insinyur
Politikus
Agama Islam
Tanda tangan
Berkas:Konfrensi Asia Afrika.webmPutar media
Soekarno di Konferensi Asia-Afrika
Dr.(H.C.) Ir. H. Soekarno1 (ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun)[note 1][note 2] adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966.[5]:11, 81 Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.[6]:26-32 Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.[6]
Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya —berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat— menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.[6] Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.[6] Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.[6]
Tentang angin topan
Angin topan
Angin Topan yang memasuki perumahan warga
Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.[1] Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.[butuh rujukan] Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.[1]Angin topan biasa dialami saat pergantian musim
Tentang pantun
Tentang Pantun
Pantun ialah puisi lama yang terikat oleh syarat-syarat tertentu (jumlah baris, jumlah suku kata, kata, persajakan, dan isi).
Ciri-ciri pantun adalah
a. Pantun terdiri dari sejumlah baris yang selalu genap yang merupakan satu kesatuan yang disebut bait/kuplet.
b. Setiap baris terdiri dari empat kata yang dibentuk dari 8-12 suku kata (umumnya 10 suku kata).
c. Separoh bait pertama merupakan sampiran (persiapan memasuki isi pantun), separoh bait berikutnya merupakan isi (yang mau disampaikan).
d. Persajakan antara sampiran dan isi selalu paralel (ab-ab atau abc-abc atau abcd-abcd atau aa-aa)
e. Beralun dua
Berdasarkan bentuk/jumlah baris tiap bait, pantun dibedakan menjadi:
a. Pantun biasa, yaitu pantun yang terdiri dari empat baris tiap bait.
b. Pantun kilat/karmina, yiatu pantun yang hanya tersusun atas dua baris.
c. Pantun berkait, yiatu pantun yang tersusun secara berangkai, saling mengkait antara bait pertama dan bait berikutnya.
d. Talibun, yaitu pantun yang terdiri lebih dari empat baris tetapi selalu genap jumlahnya, separoh merupakan sampiran, dan separho lainnya merupakan isi.
e. Seloka, yaitu pantun yang terdiri dali empat baris sebait tetapi persajakannya datar (aaaa).
Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi
a. Pantun anak-anak
- pantun bersuka cita
- pantun berduka cita
b. Pantun muda
- pantun perkenalan
- pantun berkasih-kasihan
- pantun perceraian
- pantun beriba hati
- pantun dagang
c. Pantun tua
- pantun nasehat
- pantun adat
- pantun agama
d. Pantun jenaka
e. Pantun teka-teki
Contoh Pantun:
Pantun Nasihat
Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
Cepat cepatlah pergi makan
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian
Pantun Anak-anak
Pohon ceri subur tumbuhnya
Petik buahnya masukkan kantong
Saling memberi saling menerima
Saling bantu tolong menolong
Bulu cenderawasih berkilauan
Burung merak sering menari
Walau kawan anak perantauan
Sidah jadi saudara sendiri
Anak bambu bernama rebung
Rebung dibeli di pasar pagi
Anak sekolah suka menabung
Semua keperluan bisa dibeli
Pantun Teka-teki
Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cubalah teka wahai saudara
Semakin diisi makin ringan?
Orang bekerja diberikan upah
Hidangan disaji dalam talam
Gajah putih ditengah rumah
Layar terkembang di waktu malam?
Minah ketawa terjerit-jerit
Melihat koyak pada seluar
Orang putih duduk sederet
Pagar didalam tebing diluar?